Ketulusan cinta
sesorang dapat dinilai dari kesediaannya untuk mendengarkan.
Dia pendengar yang baik, bukan karena tidak ada yang bisa
dikatakannya.
Dia mendengarkan dengan baik,
karena keinginannya untuk membahagiakan jiwa yang dicintainya itu,
lebih besar daripada kesenangan yang
mungkin bisa didapatnya dari
membisingkan dunia dengan kata-kata yang belum tentu
membahagiakan kecintaan hatinya.
Pendengar yang baik adalah pengomel yang didiamkan oleh
cinta.
~~~
Seberapa besar penyerahan pria kepada wanita,
bergantung kepada wanitanya.
Pria akan senang dikuasai oleh wanita yang membentuknya
menjadi pribadi yang besar.
Maka, jika engkau memimpikan
kehidupan yang indah bersama jiwa yang kau cintai, pastikanlah
bahwa engkau menjadi pendamai
hatinya, penjernih pikirannya, dan
penguat upayanya.
Dan janganlah engkau menjadi penumbuh kemarahannya,
pengeruh pikirannya, dan pelemah upayanya.
Pria yang baik, untuk wanita yang baik, dan sebaliknya.
~~~
Adikku yang baik hatinya,
Masa muda adalah masa yang ranum bagi persahabatan yang heboh, fun,
dan penuh harapan
besar bagi masa depan.
Tapi, masa itu juga rawan persaingan yang tidak sehat, yang
dikeruhkan oleh perilaku para
pembenci yang suka mencemooh
dan merendahkan sesama anak muda.
Sabarkanlah dirimu.
Haters gonna hate.
Pembenci akan membenci.
Hampir tidak ada apa pun yang bisa mengubah mereka, agar tidak lagi
membenci.
Tapi, mengapakah engkau merisaukan perubahan mereka,
padahal perubahanmu sendiri adalah yang saat ini paling penting.
Berfokuslah menjadi pribadi yang
terlalu besar untuk mereka kecilkan, dan terlalu tinggi untuk
mereka rendahkan.
Kalian semua akan menua, dan
yang berjaya nanti adalah yang
sukses, bukan yang sombong saat
muda tapi susah dan minder saat
tua.
Sesungguhnya, mindernya anak
muda yang sabar dan rajin, akan
menjadi kerendahan hati yang mengindahkan pribadimu saat
engkau kaya dan berpengaruh nanti.
~~~
Adikku yang hatinya masih mudah marah karena cemooh orang lain, dan yang
darahnya
mudah mendidih dengan rencana untuk membalas.
Janganlah merendahkan dirimu sendiri dengan juga melakukan yang
dilakukannya.
Katakanlah ...
"Diam adalah jawaban terbaik bagi mulut yang kotor."
Jangan membalas.
Sabarkanlah dirimu.
Lakukanlah yang penting, yang akan menjadikanmu lebih berhasil
daripadanya.
Gumamkanlah di dasar hatimu ...
"Lihat saja nanti."
Blogroll
Labels
About
dengan membaca kamu mengenal dunia, dengan menulis dunia mengenalmu -(anonim)
Selasa, 13 Agustus 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar