Minggu 25 Agustus sebulan yang lalu, saya dan teman-teman SMP jalan-jalan ke Pantai Batu Payung yang terletak di Selatan Pulau Lombok. Batu Payung begitu disebut oleh penduduk sekitar, karna bentuknya yang seperti payung. Batu Payung ini merupakan lokasi pengambilan gambar pada iklan rokok Dunhill. Sangat terkenal dan sedang booming-boomingnya. Jadi saya excited buat ikutan jalan-jalan ini mumpung hari libur, gak ada kerjaan di rumah dan kebetulan saya belum pernah ke Pantai Batu Payung.
Dari kota Mataram menuju Pantai Batu Payung yah sekitar 1 – 1,5 jam dengan motor kecepatan gak terlalu santai tapi gak terlalu ngebut juga.
Selama di perjalanan, kita jangan lupa untuk memakai jaket, celana panjang, masker, kacamata, lotion atau sunblock kalo perlu. Panas cuy, debu lagi. Biasa cewe paling takut kena sengatan matahari. Oh iya, Helm juga jangan lupa bagi pengendara motor. Selain aturan berkendara juga untuk keselamatan DIRI SENDIRI. Gak mau kan liburan batal cuma gara-gara kena tilang atau liburan di UGD Rumah Sakit. Selain itu, jangan lupa bawa bekal, uang, dan alat pengabadi moment, seperi camera digital, DSLR, Tablet atau Handphone.
Sesampainya di lokasi Batu payung, kita harus bayar retribusi parkir sebesar Rp 5.000,- . Eit, tapi itu gak langsung ada Batu Payung kepampang depan kita, melainkan harus jalan dulu beberapa kilometer (saya gak tau persis berapa Km), melewati pinggiran bukit dan tebing di sisi kanan dan pantai yang airnya surut di sisi kiri (kalo gak surut gak bisa lewat) atau mendaki lewat perbukitan. Nah, dibalik perbukitan itulah Batu Payung yang dicari-cari itu berdiri dengan sombongnya karena sekarang udah terkenal bak artis (gak kayak dulu, berdiri sendiri puluhan tahun tanpa ada yang tahu, lihat, apalagi dikunjungi buat foto-foto, jadi lokasi syuting lagi.)
Sampai saat saya sudah berdiri tepat di bawah Batu Payung, bohonglah kalau saya gak heboh dan narsis. Alias foto sampai capek. Sampai kehabisan gaya. Sampai yang fotoin bosen. Sampai air laut mulai pasang karena hari mulai siang menuju sore. Abisan Pantai batu Payung ini indah banget tau. Air lautnya biru jernih, pasirnya putih halus kayak tepung, belum lagi jajaran karang dan tebing yang melengkapi sempurnanya ciptaan Allah SWT. Aduh, gilak. Emang bener deh Lombok itu surga. Gak heran turis lokal, interlokal dan mancanegara berbondong-bondong ke Pulau ini. Sampai ada yang bilang Lombok, the Next Bali and the Next Surabaya. Yah, itu kan doa jangka panjang. Kan gak mungkin setahun dua tahun langsung, taraaa… jadi Bali, taraa… jadi Surabaya, instant tanpa usaha dan kerja keras dari berbagai pihak dan lapisan masyarakat.
Nah, sesuai dengan judul tulisan ini. Air Laut is Poison for Camera Digital. Begini ceritanya. *tarik nafas dalam-dalam*
Karena kecapekan foto-foto dan ngerasa cukuplah foto sekian take buat sekedar di upload ke Facebook, ganti avatar Twitter, share di Instagram, pamer ke mama ayah, akhirnya saya dan teman-teman yang lain beristirahat di pinggir tebing sambil makan-makan cemilan. Sampai salah satu teman saya meminta izin untuk meminjam kamera digital saya. Ya udah saya kasih pinjam dan lanjut ngobrol sambil nyemil.
Entah gimana awalnya, ceritanya, judulnya, latar belakang, maksud dan tujuan, si temen saya ini jalan perlahan sampai ke tengah karang yang memang sangat licin dan dalam kondisi air laut mulai pasang dan TENTUnya camdig saya masih ditangannya. Kejadiannya begitu cepat, sampai ombak datang, kakinya si temen saya ini mungkin sedikit goyah atau bagaimana saya gak ngerti, jatuh dan nyeburlah dia ke air laut dengan masih memegang camdig saya. Oke. Terima kasih. Sekian.
Sontak saya dan temen-temen lain teriak, gak tau neriakin apa dan siapa, kalau saya sih jelas neriakin, “ya ampuuunnn camdig saya Y Allah!!!” (jahat banged saya ini, lebih peduli ama camdig).
Dengan perlahan saya dekati teman saya yang jatuh ini untuk mengambil camdig bukan nanyain “kamu gak papa?”
Tapi sayangnya camdig saya mati dalam keadaan lensanya masih diluar dan tadi nyebur dalam kondisi camera ON.
Itu camdig udah kayak aquarium isinya air tok. Meleleh dari selah-selahnya. Atas saran temen-temen, langsung saya lepas baterai, kartu memori dan melap dengan tissue bersih.
Ada yang nyaranin direndam di beras, dijemur, dibasuh air. Saya yang awam pengetahuan masalah beginian dan udah panik, kebingungan aduh dimana mau cari beras, “aduh ini bisa idup lagi apa gak”, “aduh gimana foto-foto yang tadi” dan seribu satu aduh-aduh yang lain.
Ada yang bilang, tinggal lepas baterai dan dijemur, kamera akan kembali normal. Ternyata pernyataan itu gak berlaku jika kamera jenis apapun itu (camdig atau DSLR) terkena air garam, air laut yang bersifat sangat keras.
Jadi begini, kamera jika terkena air biasa, kemungkinan besar akan kembali normal setelah dilepas baterai, dikeringkan atau ditaruh ditimbunan butir beras. Tapi jika terkena air laut, beda ceritanya. Kamera yang terkena air laut, harus segera dilepas baterainya, kemudian dibilas dengan air mineral agar pasir atau air garamnya hilang, dan di keringkan (tidak di bawah matahari langsung) tetapi itupun harus dilakukan dengan segera mungkin karena proses pengrusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah kamera tercebur.
Jangankan tercebur di air laut, terkena percikan atau uap nya aja udah membahayakan komponen-komponen di dalamnya. Saran saya buat kalian agar berhati-hati jika membawa kamera ke daerah pantai. Jagalah agar kamera tidak tercebur dan lakukan perawatan segera setelah pemakaian kamera di tempat seperti pantai agar kamera berfungsi dengan baik dan awet karena uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera.
Bila dibawa ke tempat service, bawalah ke tempat service yang terjamin sesuai dengan merk kamera tersebut, tetapi jika permasalahannya tercebur di air laut biasanya para teknisi akan angkat tangan dan jika bisa biaya service pun akan setara dengan membeli kamera baru.
Kamera yang sudah tercebur ke air laut tidak akan hidup / normal kembali. Seperti kamera saya yang sekarang sudah error total karena karat sudah menyebar kemana-mana.
(anyway, tenang aja. Masalah gimana kamera saya sekarang, saya udah dapet yang baru kok. Justru dapet yang tingkatannya lebih tinggi dari kamera sebelumnya) klik Sony Cybershot - W630
Just sharing, semoga bermanfaat…
0 komentar:
Posting Komentar