Jumat, 16 Agustus 2013

Merdeka Sampai Puncak

Diposting oleh Jus Curia Novit di 20.48
Dilarang melakukan vandalisme (mencoret coret, mengotori, dll)
Dilarang membunuh sesuatu apapun, kecuali waktu
Dilarang mengambil apapun, kecuali gambar/foto
Dilarang meninggalkan apapun, kecuali jejak kaki

Mungkin sekarang dia sudah mencium bau padang edelweiss, yang kata mereka indah sekali.
Mungkin sekarang dia tinggal sedikit lagi perjalanan menuju ke puncak kedua tertinggi di Indonesia.
Mungkin sekarang dia sedang amat sangat kedinginan dengan baju tebal berlapis yang dilapis lagi dengan jaket tebal hingga seperti astronot.

Dia mewakili kami.
Kami yang hanya mampu mengagumi angkuhnya dari kota yang jauh di bawahnya.
Kami yang mungkin tidak akan pernah bisa menaklukan.
Kami yang hanya bisa menikmati indahnya paling jauh sampai pintu masuk pendakian atau Taman Nasional.

Saya sendiri, perempuan kesekian yang  pastinya iri pada para pendaki gunung itu.

Jaket berbahan parasut yang sangat tebal dan nyaman saja sudah saya miliki sejak di bangku 6 SD.
Baru benar-benar saya pakai saat hujan besar melanda kota kecil ini diusia saya sebelas tahun.
Terakhir dipakai saat Hiking PMR di SMP dulu, dan itupun seperti salah kostum.
Tas ransel untuk pendakian, yang kita biasa sebut dengan Carrier, saya punya dua di rumah.
Lengkap dengan matras dan topinya dengan warna ijo lumut.
Tapi jujur, saya pribadi baru satu kali memakainya dan itu saat kemah kepencinta alaman.
Jadi kesimpulannya, beberapa barang yang disebut tadi hanya menjadi "sesuatu" yang menuh-menuhin lemari.

Andai saya bukan anak perempuan.
Andai saya gak punya penyakit asma yang alergi utamanya adalah udara dingin.
Andai saya memiliki fisik yang sedikit lebih kuat.
Dan tentunya, andai saya punya orang tua yang ikhlas-ikhlas aja anak gadisnya blusukan capek-capek ke gunung.
Haah.. Tapi semua keseandaian itu yang gak perlu disedihkan berlarut-larut.
Pasti bukan cuma saya yang penuh dengan penyesalan dan berandai-andai karna selalu gagal pergi.

Bangga.
Mereka...
Para pendaki itu pergi dengan membawa misi untuk mengibarkan sang saka merah putih di ketinggian 3.726 mdpl dihari dimana bangsa kita memproklamasikan kemerdekaannya.

Salut.
Pada perempuan, siapa saja yang mungkin ada dalam gerombolan pendakian bermisi tersebut.

Menginjak tanah tertinggi.
Merasa diatas awan.
Menghirup bau khas Edelweiss .
Melihat merah putih berkibar di tengah upacara 17an di pinggir Segara Anak.
Kedinginan hingga sulit bernafas.
Tertatih menyelesaikan perjalanan.
Dan pulang dengan cerita kebanggaan.

Untuk Dia yang baru pertama kali dengan pendakian ini. Dia yang membuat iri. Dia yang mewakili kami dan Dia yang entah sudah berapa banyak moment alam yang diabadikannya lewat memori otak dan memori SD Card.
Gunung Rinjani 3.726 mdpl (Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat), Gunung Berapi Kedua Tertinggi di Indonesia.

2 komentar:

KOMED 666 mengatakan...

kamu itu "......................." :)
GoBlog, keep Blogger.

Jus Curia Novit mengatakan...

MAKASIH banyak yaa Bang Bloh and Indraa...
Keep Writing & Keep Blogger.
Go GoBlog!

Posting Komentar

 

Juice's Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review